Categories:
Tags:
Featured image

Sumber gambar: Dokumen penulis (Kalis/Wartafeno)

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Tata Boga Sarjana Terapan Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berkolaborasi dengan menyelenggarakan kegiatan Festival Kuliner Nusantara pada Minggu (11/06) di Taman Budaya Kulon Progo. Mengangkat tema “Sanggraha Abhirama”, mereka berhasil memperkenalkan berbagai jenis makanan dari berbagai daerah yang ada di Indonesia.

Dalam sambutannya, Koordinator Prodi D4 Tata Boga Prihastuti Ekawatiningsih mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan Prodi Sarjana Terapan Tata Boga UNY kepada masyarakat dan sebagai bentuk pelestarian budaya dalam bidang kuliner. Terdiri dari 30 stand makanan khas daerah, mereka berhasil menciptakan berbagai cita rasa yang beraneka dan tampilan yang menarik pengunjung.

Diikuti sebanyak 109 mahasiswa semester 6 (angkatan 2020) yang bertempat di Gedung Exhibition Hall Taman Budaya Kulon Progo, turut menghadirkan berbagai usaha UMKM yang ada di sekitar kampus. Hal ini dimaksudkan sebagai bentuk dukungan terhadap usaha kecil dan menengah dalam  mempromosikan produk jualannya.

Menurut pemaparan dari Dekan Fakultas Vokasi, Komarudin, bahwa dengan acara ini Prodi Tata Boga dan Busana dapat mengubah perspektif masyarakat agar tidak memandang sebelah mata sebagai prodi yang hanya memasak masakan yang umum dan standar, padahal di dalam pembelajarannya terdapat berbagai teknik, inovasi, dan metode meracik makanan yang berkualitas namun tetap berdaya saing.

Pada masing-masing stand kuliner dijaga oleh 3-4 mahasiswa yang menjelaskan bagaimana cara  pembuatan makanan itu. Seperti stand yang mengusung tema makanan khas daerah Bantul, mereka mempertunjukan aneka hidangan. Mulai dari kreasi Mie Lethek, Soto Lenthok, Gudeg Manggar, dan Wedang Uwuh.

Potret salah satu kreasi kuliner oleh mahasiswa D4 Tata Boga UNY. (Kalis/Wartafeno)

“Wedang Uwuh terbuat dari kayu secang yang bisa membuat warnanya berubah kemerahan jika di masukan ke air, sementara Soto Lenthok disajikan dengan tambahan perkedel singkong diatasnya,” kata Wahyuni peserta Festival Kuliner Nusantara.

Di tempat lain, dari stand daerah Sunda juga menampilkan dessert berupa Colenak yang dibuat dari tapai singkong dan disajikan bersama gula merah yang di cairkan dengan serutan kelapa.

Kepada pengunjung yang memiliki tiket masuk bisa menukarkan dengan berbagai hidangan seperti appetizer, sup, main course, maupun dessert. Selain dapat mencicipi hidangan yang dihadirkan, para pengunjung juga dapat memainkan games yang disediakan di selasar gedung.

Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat, Bambang Sutrisno, juga mengatakan, “Banyak wisatawan datang ke suatu kota hanya untuk mencicipi makanan, me-review dan mengunggah pengalaman kulinernya pada media sosialnya”.

Kuliner merupakan salah satu daya tarik bagi pariwisata. Pengusaha kuliner seharusnya dapat memperhatikan akan potensi makanan daerah yang dimiliki khususnya di daerah Kulon Progo. Tidak hanya Geblek dan Besengek saja namun juga inovasi ke depannya terhadap makanan makanan itu.

Reporter: Nugroho Kalis


← Back to all posts