Categories:
Tags:
Featured image
Minggu, (24/9) pukul 15.00 sekitar 40 massa aksi melakukan longmarch dan aksi teatrikal memperingati hari tani nasional bertema “Tanah Ngayogyakarta Hadiningrat Berikan Tanah untuk Pemodal Bukan untuk Petani”. Massa aksi berasal dari berbagai elemen mahasiswa seperti Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Pimkot Yogyakarta, Solidaritas Orang Pinggiran dan Perjuangan Kampus (Sopink), Keluarga Mahasiswa Pecinta Demokrasi (KMPD), dan Front Mahasiswa Yogyakarta (FMY). Massa bergerak dari Parkiran Abu Bakar Ali menuju Titik Nol Kilometer Yogyakarta dengan kawalan personel SABHARA. Aksi teatrikal dilakukan di tengah-tengah persimpangan Nol Kilometer Yogyakarta dengan menyuarakan orasi tuntutan dari peserta. Tuntutan yang disampaikan oleh FPPI untuk Pemerintah DIY diantaranya: Riskian selaku kordinator lapangan menjelaskan bahwa tujuan dari aksi tersebut untuk mengkampanyekan problematika isu agraria yang terjadi di Yogyakarta kepada publik. Riskian menambahkan “di Kulon Progo lahan produktif diubah menjadi bandara sehingga mematikan ruang hidup petani, melihat jangka panjangnya petani yang kehilangan lahannya berubah menjadi buruh murah”. Riskian juga berharap kepada masyarakat sekitar untuk lebih bisa melihat kondisi petani Yogyakarta, karena Indonesia seharusnya menjadi basis negara agraria dan bisa berkedaulatan dalam pangan. Ia juga berharap mahasiswa sebagai kaum intelektual mau bersatu dan meningkatkan kepekaan sosialnya. [Danang]

← Back to all posts